SURAKARTA — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Surakarta menyelenggarakan Indonesia Cerdas Fest atau Incerfest 2026 pada 5 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program bootcamp yang dirancang untuk membekali mahasiswa dan generasi muda dengan wawasan serta keterampilan di bidang inovasi digital.
Mengusung tema “Empowering Future Digital Innovations”, Incerfest menghadirkan ruang diskusi antara mahasiswa dan para praktisi industri. Melalui forum ini, peserta diajak memahami perkembangan teknologi digital sekaligus peluang karier yang muncul dari transformasi tersebut.
Dalam sesi panel pakar industri, UBSI Surakarta menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Achmad Firai, Chief Digital Officer DICO, memaparkan strategi membangun narasi digital yang kuat dan relevan di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia menyoroti pentingnya kreativitas dan konsistensi dalam membangun identitas digital.
Sementara itu, M. Abdul Ghani, Koordinator Beasiswa Jalur Undangan UBSI, menjelaskan berbagai peluang pendidikan yang dapat diakses mahasiswa berprestasi melalui program beasiswa. Ia menekankan bahwa akses pendidikan yang tepat dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka di era digital.
Dari perspektif media, M. Rifqi Firdaus, Chief Business Officer MilwnialNews.com, membahas perkembangan jurnalisme digital dan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan milenial dan generasi Z. Menurutnya, media digital tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi generasi muda yang kreatif dan adaptif.
Adapun Syaifur Rahmatullah, Chief Business Officer KIAN EO, membagikan pengalamannya dalam mengelola berbagai acara berskala besar. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kreativitas, serta kemampuan manajemen dalam industri event yang terus berkembang.
Bagi para peserta bootcamp, Incerfest bukan sekadar forum diskusi. Mereka didorong untuk memahami implementasi nyata dari setiap materi yang disampaikan para pembicara. Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai proyek kreatif digital.
“Surakarta memiliki potensi talenta digital yang besar. Melalui Incerfest, kami ingin membuka ruang interaksi langsung antara mahasiswa dengan para praktisi industri agar ide dan inovasi yang lahir dapat berkembang lebih luas,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Kegiatan ini juga mencerminkan upaya Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Surakarta dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui berbagai program seperti bootcamp, seminar praktisi, hingga festival edukasi digital, kampus ini terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dengan berakhirnya Incerfest 2026, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga terinspirasi untuk menciptakan inovasi yang dapat membawa potensi digital Surakarta ke tingkat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.






