Pelatihan Literasi Digital 2 dan Inovasi Aransemen 2 Sunar Gamelan: Penguatan Kreativitas dan Kapasitas Digital Komunitas Seni Bayat

Klaten, 29 November 2025 — Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Pelatihan Literasi Digital dan Media 2 serta Pelatihan Inovasi Aransemen 2 yang bertempat di Sunar Gamelan, Desa Djarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sesi pertama yang telah diselenggarakan sebelumnya dan dirancang untuk memperdalam keterampilan peserta dalam bidang pengelolaan media digital serta pengembangan kreativitas karawitan.

Sesi Pelatihan Inovasi Aransemen 2 dipandu oleh Ananto Sabdo Aji, M.Sn. dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pada sesi lanjutan ini, peserta mempelajari teknik variasi tabuhan, penguatan dinamika, serta pengolahan gendhing yang tetap berakar pada pakem tradisi namun mampu memberikan warna baru yang lebih kreatif dan menarik. Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung pengembangan aransemen dari gendhing-gendhing yang telah dipelajari pada pelatihan pertama.

Sementara itu, Pelatihan Literasi Digital dan Media 2 dipandu oleh Heribertus Ary Setiadi, M.Kom. dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Pada sesi ini, peserta mendalami pengelolaan konten di platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, termasuk strategi dasar SEO, teknik pengambilan video yang baik, serta pengemasan konten budaya yang efektif untuk promosi sanggar dan produk gamelan. Peserta juga dilatih membuat konten mandiri menggunakan perangkat yang telah diberikan melalui program PISN.

Dok. Pelatihan Gamelan

Ketua tim PISN 2025, Sri Rejeki, menyampaikan bahwa pelatihan lanjutan ini bertujuan memastikan peserta tidak hanya memahami teori pada sesi sebelumnya, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara berkelanjutan. “Pelatihan tahap dua ini menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan komunitas dalam memadukan kreativitas seni karawitan dengan kekuatan media digital. Dengan keterampilan yang lebih aplikatif, kami berharap Sunar Gamelan dapat terus tumbuh menjadi pusat seni dan edukasi yang berdaya saing,” ujarnya.

Peserta dari berbagai latar belakang—pengrajin, pemain gamelan, pemuda, dan warga lokal—mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Banyak dari mereka menyatakan bahwa pelatihan lanjutan ini membantu memperjelas pemahaman, mengasah kemampuan teknis, serta memperkuat kepercayaan diri dalam membuat konten dan mengembangkan kreativitas dalam aransemen gamelan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program PISN 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Seluruh rangkaian pelatihan dirancang untuk mendorong keberlanjutan seni gamelan Bayat melalui sinergi antara bahasa, teknologi, seni pertunjukan, dan pariwisata.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Literasi Digital 2 dan Inovasi Aransemen 2 ini, program PISN 2025 semakin mendekati tahapan akhir pendampingan, sekaligus memperkuat fondasi kreativitas, digitalisasi, dan promosi budaya bagi komunitas Sunar Gamelan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *