
Buku Thinking, Fast and Slow oleh Daniel Kahneman menjelaskan dua cara utama kita berpikir: Sistem 1 dan Sistem 2. Kedua sistem ini bekerja bersamaan dalam otak kita, memengaruhi bagaimana kita membuat keputusan setiap hari. Mari kita bahas dua cara berpikir ini dan mengapa pendidikan penting untuk mengasah kemampuan berpikir kita, terutama dengan menggunakan Sistem 2.
- Sistem 1: Berpikir Cepat dan Intuitif
Sistem 1 adalah cara berpikir yang cepat, otomatis, dan tanpa banyak usaha. Kita menggunakan sistem ini saat kita membuat keputusan yang sederhana dan tidak memerlukan banyak pertimbangan. Biasanya, ini terjadi saat kita mengandalkan insting atau intuisi kita.
Contoh:
- Saat kita melihat seseorang dan langsung mengenali wajahnya.
- Menghindari mobil yang tiba-tiba muncul di depan kita saat berkendara.
- Menjawab 2 + 2 = 4 tanpa berpikir panjang.
Meskipun sangat efisien, Sistem 1 kadang bisa membuat kita jatuh ke dalam bias kognitif, yaitu kesalahan berpikir yang terjadi karena kita terlalu mengandalkan heuristik (aturan praktis yang simpel).
- Sistem 2: Berpikir Lambat dan Analitis
Berbeda dengan Sistem 1, Sistem 2 adalah cara berpikir yang lebih lambat, sadar, dan analitis. Ini digunakan ketika kita dihadapkan pada keputusan yang lebih kompleks, yang memerlukan perhatian dan pertimbangan lebih mendalam.
Contoh:
- Menyelesaikan soal matematika seperti 17 x 24.
- Membuat keputusan besar, seperti memilih jurusan kuliah atau pekerjaan.
- Menganalisis keuntungan dan kerugian dari sebuah investasi.
Sistem ini lebih rasional, tetapi juga lebih memakan energi karena kita membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk berpikir secara mendalam.
Bias Kognitif: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Sistem 1
Karena Sistem 1 sangat cepat, kita sering kali membuat kesalahan tanpa sadar. Beberapa bias kognitif yang sering terjadi adalah:
- Anchoring Bias: Kita terlalu terpengaruh oleh informasi pertama yang kita terima. Misalnya, jika kamu melihat harga barang yang sangat mahal, kamu mungkin akan merasa barang lain yang sedikit lebih murah adalah “penawaran bagus,” meskipun sebenarnya masih mahal.
- Availability Bias: Kita membuat keputusan berdasarkan informasi yang paling mudah diingat, bukan berdasarkan fakta yang lebih lengkap. Misalnya, jika kita sering mendengar tentang kecelakaan pesawat, kita mungkin merasa pesawat itu berbahaya, padahal data menunjukkan pesawat jauh lebih aman dibandingkan mobil.
- Substitution Bias: Ketika kita menghadapi pertanyaan yang sulit, kita cenderung menggantinya dengan pertanyaan yang lebih mudah. Contohnya, kita bertanya, “Apakah dia bahagia?” hanya berdasarkan apakah seseorang sering tersenyum, padahal kebahagiaan itu jauh lebih kompleks.
Pentingnya Pendidikan untuk Mengasah Sistem 2
Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting. Sistem 1 mungkin membuat kita berpikir cepat, tapi seringkali itu bukan pilihan terbaik untuk keputusan besar. Untuk itu, Sistem 2 yang lebih analitis dan kritis sangat penting, dan pendidikan tinggi memberikan landasan yang kuat untuk mengasahnya.
Di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo, misalnya, program studi Sistem Informasi dan Akuntansi dirancang untuk melatih mahasiswa berpikir lebih kritis dan analitis. Di program Sistem Informasi, mahasiswa diajarkan untuk menganalisis dan mengelola data serta merancang sistem yang efisien, yang membutuhkan pemikiran mendalam dan keputusan yang lebih rasional. Begitu pula dengan Akuntansi, yang melibatkan analisis keuangan dan pengambilan keputusan yang berbasis logika dan data.
Pendidikan di UBSI tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga melatih mahasiswa untuk menggunakan Sistem 2 secara lebih terstruktur. Dengan pembelajaran yang terfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang lebih baik di dunia kerja.
Kesimpulan
Thinking, Fast and Slow mengajarkan kita untuk lebih sadar tentang bagaimana kita berpikir dan membuat keputusan. Meskipun Sistem 1 membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, Sistem 2 adalah kunci untuk membuat keputusan yang lebih bijak, terutama ketika berhadapan dengan masalah yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pendidikan tinggi seperti yang ditawarkan di UBSI Kampus Solo sangat penting untuk membantu kita mengasah kemampuan berpikir yang lebih analitis dan kritis, yang akan sangat berguna dalam kehidupan profesional maupun pribadi.




