Pernahkah kamu mengikuti presentasi yang sangat menarik, penuh informasi berharga, namun terasa kehilangan momentum di akhir ketika sesi tanya jawab dimulai? Terkadang, sesi ini bisa mengubah kesan yang kamu buat, bahkan bisa mengalihkan perhatian dari pesan utama yang ingin disampaikan. Lalu, mengapa sih, sesi tanya jawab di akhir presentasi bisa berisiko? Mari kita bahas lebih dalam, terutama mengenai dua alasan utama mengapa sesi tanya jawab sebaiknya dilakukan sebelum kesimpulan dalam presentasi.

1. Kehilangan Kendali Atas Kesan Akhir
Kesan akhir adalah bagian terpenting dari presentasi. Setelah seluruh materi disampaikan, audiens cenderung mengingat hal terakhir yang didengar atau dilihat. Ketika sesi tanya jawab dilakukan di akhir presentasi, presenter kehilangan kontrol atas kesan terakhir yang ingin mereka tinggalkan.
Bayangkan setelah kamu menjelaskan ide besar dan menyimpulkan presentasimu, tiba-tiba ada pertanyaan yang bisa merusak mood atau bahkan membuat audiens bingung. Hal ini bisa menyebabkan pesan utama yang sudah kamu bangun terkesan kabur atau bahkan dilupakan. Sesi tanya jawab yang penuh dengan pertanyaan tak relevan atau bahkan kritik bisa mengganggu kesan yang ingin kamu tinggalkan pada audiens. Dengan menutup presentasi sebelum sesi tanya jawab, kamu dapat memastikan bahwa kesan yang ditinggalkan adalah pesan yang telah kamu bangun sebelumnya.
2. Risiko Pertanyaan Tidak Relevan yang Mengganggu Pesan Utama
Salah satu risiko terbesar dari sesi tanya jawab di akhir adalah munculnya pertanyaan yang tidak relevan atau bahkan kurang cerdas. Terkadang, audiens bertanya tentang hal-hal yang sudah dijelaskan atau bahkan hal yang tidak ada hubungannya dengan materi utama. Ini bisa mengalihkan perhatian dari inti presentasi dan mengurangi dampak pesan yang ingin kamu sampaikan.
Sebagai contoh, jika presentasimu tentang strategi pemasaran digital untuk bisnis, dan ada yang bertanya tentang peraturan pajak, meskipun pertanyaan itu mungkin penting, hal tersebut bisa membuat audiens kehilangan fokus pada inti presentasi. Ini tentu saja tidak ideal jika tujuanmu adalah meninggalkan kesan mendalam terkait materi yang telah dibahas.
Solusi: Transisi yang Tepat Sebelum Sesi Tanya Jawab
Lalu, bagaimana cara untuk menghindari masalah ini? Solusinya adalah dengan melakukan transisi yang tepat antara presentasi dan sesi tanya jawab. Kamu bisa menyampaikan kalimat seperti,
“Saya akan mengambil beberapa pertanyaan sebelum saya menyampaikan kesimpulan saya.”
Dengan menggunakan kalimat ini, kamu memberi tahu audiens bahwa sesi tanya jawab akan dilakukan lebih awal, namun kesimpulan tetap akan disampaikan olehmu sebagai penutup. Dengan begitu, kamu tetap menjaga kendali atas kesan akhir yang ingin ditinggalkan.
Mengapa ini penting? Sesi tanya jawab yang dilakukan sebelum kesimpulan memungkinkan kamu untuk mengatasi pertanyaan yang kurang relevan tanpa mengganggu kesan keseluruhan. Ketika audiens sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka, kamu dapat menutup presentasi dengan kesimpulan yang tegas dan kuat, meninggalkan audiens dengan kesan yang jelas dan fokus pada pesan utama.
Di Kampus UBSI, khususnya di program studi Sistem Informasi dan Akuntansi, mahasiswa diajarkan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga untuk mengasah keterampilan komunikasi yang efektif, seperti dalam melakukan presentasi yang menarik. Presentasi yang baik, dengan transisi yang tepat, adalah salah satu keterampilan penting yang diajarkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Di program Sistem Informasi, misalnya, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknologi dan data, tetapi juga bagaimana menyampaikan ide-ide kompleks secara jelas dan persuasif. Sementara di Akuntansi, kemampuan untuk menyampaikan laporan keuangan dengan cara yang mudah dimengerti dan tidak kehilangan esensi sangat diperlukan. Kemampuan ini menjadi penting untuk mempengaruhi keputusan bisnis atau klien.
Kesimpulan
Presentasi yang baik adalah yang dapat menyampaikan pesan dengan jelas, tegas, dan mengesankan. Sesi tanya jawab yang dilakukan di akhir bisa merusak momentum dan membuat audiens kehilangan fokus pada inti pesan. Dengan menggunakan teknik transisi yang tepat, kamu dapat mengatur sesi tanya jawab sebelum kesimpulan, menjaga kontrol atas kesan akhir, dan memastikan pesan utama tetap terjaga. Pendidikan di Kampus UBSI Surakarta memberikan landasan yang kuat untuk mengasah keterampilan ini, mempersiapkan mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif di dunia profesional. Jadi, jika kamu ingin menguasai seni presentasi dan komunikasi yang efektif, UBSI adalah tempat yang tepat untuk memulai perjalanan tersebut!





